} -->

Subscribe

RSS Feed

Powered By

Skin Design:
Orang Jawa Skins

Powered by Blogger

Kamis, 14 Agustus 2008

Merencanakan Jenis Kelamin Bayi

Belum ada cara yang akurat 100 % dalam merencanakan jenis kelamin bayi (kecuali dengan rekayasa genetika ya bisa aja). Yang paling banyak dibicarakan/dipakai orang adalah hasil penelitian dr.Shettles dalam merencanakan jenis kelamin bayi.

Seperti kita ketahui kromosom wanita adalah XX, sedangkan laki2 XY. Jadi yang menentukan jenis kelamin adalah kromosom laki2. Dasar penelitian dr.Shettle mendapatkan bahwa sperma terdiri dari 2 jenis yaitu sperma X (untuk jenis kelamin wanita) dan sperma Y (untuk jenis kelamin laki2). Sperma X ukurannya lebih besar, lebih kuat tetapi lebih lambat dibanding sperma Y (kecil, lemah, lebih cepat).

Berdasarkan sifat2 kedua sperma tadi dilakukan cara2 sebagai berikut ini untuk mendapatkan jenis kelamin yang diinginkan.

1) Waktu yang tepat untuk berhubungan. Untuk mendapatkan kelamin wanita dianjurkan untuk melakukan hubungan 2-3 hari sebelum hari ovulasi. Cara menetukan ovulasi bisa dengan suhu basal tubuh, USG transvaginal, dengan calculator ovulasi atau dengan prediktor test kit ovulasi. Sebaliknya lakukan hubungan dekat2 waktu ovulasi jika menginginkan anak wanita.

2) Suasana (PH) vagina yang lebih asam akan membuat sperma Y mati (sifatnya lemah). Sehingga sperma yang hidup lebih banyak sperma X. Sebaliknya suasana kurang asam (alkaline=basa) lebih memungkinkan untuk kelamin laki2. Bagaimana caranya membuat suasana asam atau basa? Untuk suasana asam lakukan doucher (cebok) dengan asam cuka (asam asetat) 3% atau 4 % sedangkan untuk suasana basa bisa dihasilkan dengan soda water (banyak dijual sebagai minuman). Doucher dilakukan segera sebelum berhubungan. Untuk asam cuka minta tolong dibuatkan oleh apotik jangan pakai asam cuka makanan, harus diencerkan sampai dosis diatas.

3) Posisi berhubungan dan dalamnya penetrasi saat ejakulasi. Posisi woman on top lebih menguntungkan buat sperma yang kuat (sperma X), sedangkan sperma Y akan lebih unggul jika wanita dibawah karena lebih cepat mencapai sel telur. Semakin dalam penetrasi semakin unggul sperma Y sebaliknya penetrasi dangkal saat ejakulasi membuat sperma X lebih unggul (sperma Y banyak yang mati sebelum mencapai sel telur). Dalam bukunya Shettle menganjurkan posisi tradisional ”misionary position X rated” untuk bayi wanita dan posisi ”dog style” jika menginginkan anak laki2.

4) Orgasme wanita. Ini berhubungan dengan PH. Saat orgasme vagina akan mengeluarkan substansi yang akan membuat suasana vagina lebih alkaline/basa sehingga lebih memungkinkan bayi laki2. Makanya kalau kepingin anak perempuan ya nggak usah sampai orgasme…

5) Jumlah sperma yang lebih banyak lebih membuka peluang kelamin laki2. Shettle menganjurkan 3 hal : pertama jika ingin bayi laki2 usahakan jangan hubungan 3-4 hari menjelang hari target berhubungan (1-2 hari sebelum ovulasi) tujuannya agar volume sperma jadi maksimal. Kalau ingin bayi wanita lakukan hubungan setiap hari dari mulai haid stop terus berhenti 3 hari menjelang ovulasi. Kedua jika ingin bayi laki2, calon bapak nya dianjurkan pakai celana yang longgar2 biar adem tu zakaria. Sehingga sperma Y bias lebih survive. Jangan lakukan sebaliknya yaitu memakai celana ketat, tidak direkomendasikan, karena akan menurunkan kesuburan secara keseluruhan. Ketiga untuk anak wanita bapak2 dianjurkan untuk mandi air hangat sebelum berhubungan.

6) Terakhir Shettle menganjurkan bapak2 untuk minum kopi ber-caffeine tinggi jika menginginkan anak laki2. Nggak jelas alasannya. Ntah pesan sponsor atau nggak. Diduga saja caffeine dalam kopi akan membuat sperma Y lebih segar….

Kalau diterapkan dengan sungguh2 tips ini angka keberhasilan untuk mendapatkan kelamin yang diinginkan sekitar 60%-an. Nggak ada salahnya dicoba.

Sumber http://konsultasi-spesialis-obsgin.blogspot.com/2008/08/merencanakan-jenis-kelamin-bayi_13.html
Read More......

Sabtu, 09 Agustus 2008

Kamasutra dalam Islam

ebagai bagian dari fitrah kemanusiaan, Islam tidak pernah memberangus hasrat seksual. Islam memberikan panduan lengkap agar seks bisa tetap dinikmati seorang muslim tanpa harus kehilangan ritme ibadahnya.

Bulan Syawal, bagi umat Islam Indonesia, bisa dibilang sebagai musim kawin. Anggapan ini tentu bukan tanpa alasan. Kalangan santri dan muhibbin biasanya memang memilih bulan tersebut sebagai waktu untuk melangsungkan aqad nikah.

Kebiasaan tersebut tidak lepas dari anjuran para ulama yang bersumber dari ungkapan Sayyidatina Aisyah binti Abu Bakar Shiddiq yang dinikahi Baginda Nabi pada bulan Syawwal. Ia berkomentar,
“Sesungguhnya pernikahan di bulan Syawwal itu penuh keberkahan dan mengandung banyak kebaikan.”

Namun, untuk menggapai kebahagiaan sejati dalam rumah tangga tentu saja tidak cukup dengan menikah di bulan Syawwal. Ada banyak hal yang perlu dipelajari dan diamalkan secara seksama oleh pasangan suami istri agar meraih ketentraman (sakinah), cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah), baik lahir maupun batin. Salah satunya –dan yang paling penting– adalah persoalan hubungan intim atau dalam bahasa fiqih disebut jima’.
Sebagai salah tujuan dilaksanakannya nikah, hubungan intim –menurut Islam– termasuk salah satu ibadah yang sangat dianjurkan agama dan mengandung nilai pahala yang sangat besar. Karena jima’ dalam ikatan nikah adalah jalan halal yang disediakan Allah untuk melampiaskan hasrat biologis insani dan menyambung keturunan bani Adam.

Selain itu jima’ yang halal juga merupakan iabadah yang berpahala besar. Rasulullah SAW bersabda, “Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?.” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala.” (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)

Karena bertujuan mulia dan bernilai ibadah itu lah setiap hubungan seks dalam rumah tangga harus bertujuan dan dilakukan secara Islami, yakni sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan sunah Rasulullah SAW.
Hubungan intim, menurut Ibnu Qayyim Al-Jauzi dalam Ath-Thibbun Nabawi (Pengobatan ala Nabi), sesuai dengan petunjuk Rasulullah memiliki tiga tujuan: memelihara keturunan dan keberlangsungan umat manusia, mengeluarkan cairan yang bila mendekam di dalam tubuh akan berbahaya, dan meraih kenikmatan yang dianugerahkan Allah.
Ulama salaf mengajarkan, “Seseorang hendaknya menjaga tiga hal pada dirinya: Jangan sampai tidak berjalan kaki, agar jika suatu saat harus melakukannya tidak akan mengalami kesulitan; Jangan sampai tidak makan, agar usus tidak menyempit; dan jangan sampai meninggalkan hubungan seks, karena air sumur saja bila tidak digunakan akan kering sendiri.
.
Wajahnya Muram

Muhammad bin Zakariya menambahkan, “Barangsiapa yang tidak bersetubuh dalam waktu lama, kekuatan organ tubuhnya akan melemah, syarafnya akan menegang dan pembuluh darahnya akan tersumbat. Saya juga melihat orang yang sengaja tidak melakukan jima’ dengan niat membujang, tubuhnya menjadi dingin dan wajahnya muram.”
Sedangkan di antara manfaat bersetubuh dalam pernikahan, menurut Ibnu Qayyim, adalah terjaganya pandangan mata dan kesucian diri serta hati dari perbuatan haram. Jima’ juga bermanfaat terhadap kesehatan psikis pelakunya, melalui kenikmatan tiada tara yang dihasilkannya.
.
Puncak kenikmatan bersetubuh tersebut dinamakan orgasme atau faragh. Meski tidak semua hubungan seks pasti berujung faragh, tetapi upaya optimal pencapaian faragh yang adil hukumnya wajib. Yang dimaksud faragj yang adil adalah orgasme yang bisa dirasakan oleh kedua belah pihak, yakni suami dan istri.

Mengapa wajib? Karena faragh bersama merupakan salah satu unsur penting dalam mencapai tujuan pernikahan yakni sakinah, mawaddah dan rahmah. Ketidakpuasan salah satu pihak dalam jima’, jika dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan mendatangkan madharat yang lebih besar, yakni perselingkuhan. Maka, sesuai dengan prinsip dasar islam, la dharara wa la dhirar (tidak berbahaya dan membahayakan), segala upaya mencegah hal-hal yang membahayakan pernikahan yang sah hukumnya juga wajib.

Namun, kepuasan yang wajib diupayakan dalam jima’ adalah kepuasan yang berada dalam batas kewajaran manusia, adat dan agama. Tidak dibenarkan menggunakan dalih meraih kepuasan untuk melakukan praktik-praktik seks menyimpang, seperti sodomi (liwath) yang secara medis telah terbukti berbahaya. Atau penggunaan kekerasaan dalam aktivitas seks (mashokisme), baik secara fisik maupun mental, yang belakangan kerap terjadi.
Maka, sesuai dengan kaidah ushul fiqih “ma la yatimmul wajibu illa bihi fahuwa wajibun” (sesuatu yang menjadi syarat kesempurnaan perkara wajib, hukumnya juga wajib), mengenal dan mempelajari unsur-unsur yang bisa mengantarkan jima’ kepada faragh juga hukumnya wajib.

Bagi kaum laki-laki, tanda tercapainya faragh sangat jelas yakni ketika jima’ sudah mencapai fase ejakulasi atau keluar mani. Namun tidak demikian halnya dengan kaum hawa’ yang kebanyakan bertipe “terlambat panas”, atau –bahkan— tidak mudah panas. Untuk itulah diperlukan berbagai strategi mempercepatnya.
Dan, salah satu unsur terpenting dari strategi pencapaian faragh adalah pendahuluan atau pemanasan yang dalam bahasa asing disebut foreplay (isti’adah). Pemanasan yang cukup dan akurat, menurut para pakar seksologi, akan mempercepat wanita mencapai faragh.

Karena dianggap amat penting, pemanasan sebelum berjima’ juga diperintahkan Rasulullah SAW. Beliau bersabda,
“Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu.” (HR. At-Tirmidzi).


Ciuman dalam hadits diatas tentu saja dalam makna yang sebenarnya. Bahkan, Rasulullah SAW, diceritakan dalam Sunan Abu Dawud, mencium bibir Aisyah dan mengulum lidahnya. Dua hadits tersebut sekaligus mendudukan ciuman antar suami istri sebagai sebuah kesunahan sebelum berjima’.

Ketika Jabir menikahi seorang janda, Rasulullah bertanya kepadanya, “Mengapa engkau tidak menikahi seorang gadis sehingga kalian bisa saling bercanda ria? …yang dapat saling mengigit bibir denganmu.” HR. Bukhari (nomor 5079) dan Muslim (II:1087).
.
Bau Mulut

Karena itu, pasangan suami istri hendaknya sangat memperhatikan segala unsur yang menyempurnakan fase ciuman. Baik dengan menguasai tehnik dan trik berciuman yang baik, maupun kebersihan dan kesehatan organ tubuh yang akan dipakai berciuman. Karena bisa jadi, bukannya menaikkan suhu jima’, bau mulut yang tidak segar justru akan menurunkan semangat dan hasrat pasangan.

Sedangkan rayuan yang dimaksud di atas adalah semua ucapan yang dapat memikat pasangan, menambah kemesraan dan merangsang gairah berjima’. Dalam istilah fiqih kalimat-kalimat rayuan yang merangsang disebut rafats, yang tentu saja haram diucapkan kepada selain istrinya.

Selain ciuman dan rayuan, unsur penting lain dalam pemanasan adalah sentuhan mesra. Bagi pasangan suami istri, seluruh bagian tubuh adalah obyek yang halal untuk disentuh, termasuk kemaluan. Terlebih jika dimaksudkan sebagai penyemangat jima’. Demikian Ibnu Taymiyyah berpendapat.

Syaikh Nashirudin Al-Albani, mengutip perkataan Ibnu Urwah Al-Hanbali dalam kitabnya yang masih berbentuk manuskrip, Al-Kawakbu Ad-Durari,
“Diperbolehkan bagi suami istri untuk melihat dan meraba seluruh lekuk tubuh pasangannya, termasuk kemaluan. Karena kemaluan merupakan bagian tubuh yang boleh dinikmati dalam bercumbu, tentu boleh pula dilihat dan diraba. Diambil dari pandangan Imam Malik dan ulama lainnya.”


Berkat kebesaran Allah, setiap bagian tubuh manusia memiliki kepekaan dan rasa yang berbeda saat disentuh atau dipandangi. Maka, untuk menambah kualitas jima’, suami istri diperbolehkan pula menanggalkan seluruh pakaiannya. Dari Aisyah RA, ia menceritakan, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalm satu bejana…” (HR. Bukhari dan Muslim).

Untuk mendapatkan hasil sentuhan yang optimal, seyogyanya suami istri mengetahui dengan baik titik-titik yang mudah membangkitkan gairah pasangan masing-masing. Maka diperlukan sebuah komunikasi terbuka dan santai antara pasangan suami istri, untuk menemukan titik-titik tersebut, agar menghasilkan efek yang maksimal saat berjima’.
Diperbolehkan bagi pasangan suami istri yang tengah berjima’ untuk mendesah. Karena desahan adalah bagian dari meningkatkan gairah. Imam As-Suyuthi meriwayatkan, ada seorang qadhi yang menggauli istrinya. Tiba-tiba sang istri meliuk dan mendesah. Sang qadhi pun menegurnya. Namun tatkala keesokan harinya sang qadhi mendatangi istrinya ia justru berkata, “Lakukan seperti yang kemarin.”

Satu hal lagi yang menambah kenikmatan dalam hubungan intim suami istri, yaitu posisi bersetubuh. Kebetulan Islam sendiri memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada pemeluknya untuk mencoba berbagai variasi posisi dalam berhubungan seks. Satu-satunya ketentuan yang diatur syariat hanyalah, semua posisi seks itu tetap dilakukan pada satu jalan, yaitu farji. Bukan yang lainnya.
Allah SWT berfirman,
“Istri-istrimu adalah tempat bercocok tanammu, datangilah ia dari arah manapun yang kalian kehendaki.” QS. Al-Baqarah (2:223).

.
Posisi Ijba’

Menurut ahli tafsir, ayat ini turun sehubungan dengan kejadian di Madinah. Suatu ketika beberapa wanita Madinah yang menikah dengan kaum muhajirin mengadu kepada Rasulullah SAW, karena suami-suami mereka ingin melakukan hubungan seks dalam posisi ijba’ atau tajbiyah.

Ijba adalah posisi seks dimana lelaki mendatangi farji perempuan dari arah belakang. Yang menjadi persoalan, para wanita Madinah itu pernah mendengar perempuan-perempuan Yahudi mengatakan, barangsiapa yang berjima’ dengan cara ijba’ maka anaknya kelak akan bermata juling. Lalu turunlah ayat tersebut.

Terkait dengan ayat 233 Surah Al-Baqarah itu Imam Nawawi menjelaskan, “Ayat tersebut menunjukan diperbolehkannya menyetubuhi wanita dari depan atau belakang, dengan cara menindih atau bertelungkup. Adapun menyetubuhi melalui dubur tidak diperbolehkan, karena itu bukan lokasi bercocok tanam.” Bercocok tanam yang dimaksud adalah berketurunan.
.
Muhammad Syamsul Haqqil Azhim Abadi dalam ‘Aunul Ma’bud menambahkan, “Kata ladang (hartsun) yang disebut dalam Al-Quran menunjukkan, wanita boleh digauli dengan cara apapun : berbaring, berdiri atau duduk, dan menghadap atau membelakangi..”

Demikianlah, Islam, sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, lagi-lagi terbukti memiliki ajaran yang sangat lengkap dan seksama dalam membimbing umatnya mengarungi samudera kehidupan. Semua sisi dan potensi kehidupan dikupas tuntas serta diberi tuntunan yang detail, agar umatnya bisa tetap bersyariat seraya menjalani fitrah kemanusiannya.

(Sumber : Sutra Ungu, Panduan Berhubungan Intim Dalam Perspektif Islam, karya Abu Umar Baasyir)
Read More......

Senin, 04 Agustus 2008

Suara Rekaman Percakapan Pilot Adam Air

Masih ingat dengan Adam air DHI 574 Jakarta-Surabaya-Manado (CGK-SUB-MDC) yang mengalami kecelakaan dan hilang di selat makassar 1 Januari 2007 lalu ?

Saya baru saja lihat berita di TV (kalau tidak salah TVone/GlobalTV,lupa saya) tentang isi rekaman terakhir percakapan antara pilot,co-pilot dan ATC Makassar yang terekam black box dan bocor di internet.

And guess what?akhirnya saya nemu juga di kaskus.

Bagi yang penasaran pengen dengar rekaman percakapan terakhir Kapten Pilot Refri A. Widodo,Co Pilot Yoga dan ATC (Air Traffic Control) Makassar bisa download disini.Bener-bener merinding mendengar bagian akhir rekaman ini :(

Sebagai pelengkap,berikut adalah script pembicaraan berdasarkan rekaman tersebut yang dicoba direkap oleh Indra F.P. Nasution/kaskus id : Black Angel yang di sebelumnya di post disini.

Originally Posted by Black Angel View Post
ijinkan saya rekap pembicaraannya
….(WARNING sound) : PULL…
Voice on DHI 574 cockpit : ini —-

ATC : trigana 161, the surface conditions, wind 290 degrees 07 knots, current visibility about 2 until 3 kilo mike, request descent?

in the background (Adam’s pilot chatting: —- —– headingnya…..ini posisinya dia, di sono…. iya 21 mile) .

TGN 161 : say again sir?

ATC : trigana 161, visibility 2 until 3 kilo mike, surface wind 290 degrees 07 knots, runway in use runway 13, confirm ready for approach or make holding waiting for weather improvement?

TGN 161 : affirmative, we are make holding

ATC : roger, trigana 161, now fly heading… ee… two six zero expect holding on one five miles mike kilo sierra, radial three one zero mike kilo sierra…

in the background (Adam’s pilot chatting: —- —– —–, ujung pandang…. bos…. ujung pandang jelas?)

Voice on DHI 574 cockpit : aiyyah…. cuaca di mike kilo sierra (means…. Makassar… ampun deh)

TGN 161 : —-heading 260, 15 miles holding, trigana 161

Voice on DHI 574 cockpit : loh, ini DMEnya nih yah…

iya makanya juga ngaconya disitu

nah, ini mike kilo sierra

yah…

ATC : adam 574 confirm maintain heading 070 or tracking to DIOLA?

DHI 574 : affirm

mach 74 maintaining 070…

Voice on DHI 574 cockpit : Bearing 074

anginnya dah mulai normal lagi

iyah….

ATC : Syahrizal confirm? (ATC asking for pilot’s name)

selamat tahun baru mas….

DHI 574 : Gatu

ok dicopy, disampaikan nanti, Insyaallah….

Voice on DHI 574 cockpit : —- koq DMEmu beda sama DME gambarnya ini

iyah…

ngaco dia tuh brarti

dah ngaco dah emang …dah ngaco

udah mulai gambar bambu ini

udah, kita percaya ama ini aja deh…

hehehe… iyalah….

—- cewe-cewe

makanya, terlalu jauh banget

—-

___noise___

salah lagi ini dia….

—-

iya nih

coba.. tolong confirm posisi aja, confirm on radial sekian.. 124 DME gitu

(on the background, FO calling ATC)

ATC : go ahead

—- : —- —-

DHI 574 : roger… adam 574 position is 125 miles mike kilo sierra, crossing radial 307 mike kilo sierra

Voice on DHI 574 cockpit : ok….. that’s confirm… that’s confirm

affirm

iya khan.. ngaco

ngaco FIDSnya udah —-, FMSnya…

FMS telah mengacaukan dirinya sendiri… UEDANN opo…

oi terbangnya melanglang buana eh….

TGN 161 : trigana 161, maintain visibility now

ATC : standby one

Voice on DHI 574 cockpit : ini aja kep yah

coba ini.. apa.. ee.. gw pake ini aja deh untuk navnya, pake —- audio altitude

yes

yah ini aja

TGN 161 : Trigana 161 request visibility now?

ATC : standby one

TGN 161 : standby

Voice on DHI 574 cockpit : masuk ke….

fail aja

fail?

yah, vault aja nih

—-

ntar attitude (or) altitude aja nih

ada semua —- cable? (probably AM/Air Mechanic try to repair something on cockpit)

attitude (or) altitude? nggak..

yang laen…

ATC : trigana 161 the visibility 2 until 3 kilo mike and runway change, 290 degrees 08 knots

Voice on DHI 574 cockpit : (Adam’s AM: klo angin dan headingnya saja, masukin ini …)

TGN 161 : copied, trigana 161

Voice on DHI 574 cockpit : —- SELCAL dan altitude

masukin ini

heading brapa nih kep? (FO asking)

zero… zero seven nine yah (captain)

iya

masukin ini keatas

TGN 161 : trigana 161, request ILS.. visual at runway 13

ATC : trigana 161, ee.. roger make left turn now heading on zero zero one descent two thousand feet, clear ILS approach runway 13

Voice on DHI 574 cockpit : ini kep?

taro NAV lagi….

TGN 161 : trigana 161, ….descent to two thousand confirm?

(in the background, warning sound ….—-….)

ATC : affirm

Voice on DHI 574 cockpit : taro NAV lagi, taro NAV lagi….

TGN 161 : descent to two thousand, trigana 161

Voice on DHI 574 cockpit : yes?

taro NAV lagi (in the background, WARNING sound …. —- …. WARNING alarm)

taro NAV lagi

NAV!…… ok kep?

JANGAN DIBELOKIN Nih… kita —- —–

captain, captain, captain…

(WARNING sign…. ticking….)

aduh kep, kep, kep….

ya, ya…

Allahuakbar……. Allahuakbar…….. Allahuakbar…….. Allahuakbar……..

DHI 574 : Mayday…..

Voice on DHI 574 cockpit : argh…

Allahuakbar….

DHI 574 : MAYDAY… MAYDAY…!!

Voice on DHI 574 cockpit : Allahuakbar….

allahuakbar….

(…sounds like windshield kracking…)

argh…

Allahuakbar….

Alllaaaahhhhuakbaarr……….
……………………………………..
——————————————–
NB :

- DHI …. ICAO Code for Adam Air, such as GIA (Indonesia), MNA (Merpati), TGN (Trigana), LNI (Lion)

- Mike kilo sierra = MKS …. Alat bantu navigasi (VOR) di Ujung Pandang

- ATC …. Air Traffic Controller. Dalam percakapan ini adalah suara dari Ujung Pandang Approach (UPG APP).

- DME = Distance Measuring Equipment….. alat bantu penentu jarak ke station tertentu.

- DIOLA…. DR/Dead Reckoning point. Koordinat pada titik tertentu di bumi (used for navigation).

- FO = First Officer…. Copilot.

- FMS = Flight Management System…. Komputer di cockpit yang berfungsi mengatur penerbangan dari pesawat tsb.

- Rekaman ini Asli…. Gak usah nanya2 keasliannya…. Yang perlu dipertanyakan, TS dapat darimana? Apakah TS orang dalam (KNKT)?

- Terima kasih dah mau share dengan kami…. Maap belum bisa kasi ijo2, thanks doang.

- Rekaman ini saya coba translate dengan semaksimal mungkin, dengan meminimalisir suara-suara yang tidak jelas (daripada menimbulkan keraguan / salah persepsi dalam penerjemahan).

klo ada yang mau melengkapi, silahkan…..

turut berduka cita juga…..

Saya tidak bisa membayangkan betapa mengerikannya suasana di kokpit waktu itu.Apalagi berdasarkan penyelidikan KNKT diperkirakan Adam Air 574 terjun menabrak laut dengan kecepatan Mahc 0,926 kecepatan suara atau 1050 km/jam!!!sehingga kepingan terbesarnya pun hanya berukuran 2 meter.Dengan gaya gravitasi yang diperkirakan mencapai 3.5 G (3.5 kali gravitasi bumi ??),kemiringan badan pesawat melebihi 100 derajat ke kanan dan hidung pesawat yang menukik 60 derajat,sulit dibayangkan apa yang dirasakan oleh penumpang pada saat itu.*Maha Besar Allah.

Semoga amal dan ibadah para korban kecelakaan tersebut di terima disisi Allah SWT.

Tapi yang saya lihat di TV tadi si -pakar telematika- Roy Suryo masih ragu apakah ini rekaman black box Adam Air 574 yang asli atau bukan.Ugh…lagi-lagi Roy ‘sotoy‘ Suryo komen di TV.*eneg saya ngelihatnya.

Btw,ini link alternatif download-an black box Adam air:

versi rapidshare

versi gilaupload

Read More......
Ada kesalahan di dalam gadget ini