} -->

Subscribe

RSS Feed

Powered By

Skin Design:
Orang Jawa Skins

Powered by Blogger

Kamis, 18 Desember 2008

Internet Kian Terjangkau Sejumlah Milis Ditinggal Anggotanya

Operator penyedia jasa telekomunikasi nirkabel berlomba-lomba menghadirkan layanan internet dengan kecepatan yang lebih baik serat tarif yang terjangkau. Demikian juga yang dilakukan oleh operator penyedia layanan berbasis kabel.

Dengan semakin luas dan terjangkaunya akses internet, VIVAnews mencatat terjadi pergeseran pola pengguna internet di Indonesia. Salah satu contohnya adalah pengguna milis (mailing list) yang trennya mengalami pergeseran aktivitas. Sejumlah mailing list, khususnya yang berhubungan dengan teknologi, kini banyak diramaikan oleh pengguna-pengguna newbie (member baru yang masih awam), sementara member senior yang sudah lama bergabung lebih banyak menyibukkan diri dengan aktivitas lainnya di Internet.

“Sekarang internet sudah mulai gampang didapat di mana-mana,” kata Bram Kurniawan yang sempat aktif di sejumlah milis khususnya yang berhubungan dengan dunia komputer. “Ngapain cari informasi di milis kalau bisa dapat infonya dari blog,” kata pengguna yang rajin mengupdate blog-nya itu.

“Dulu, waktu koneksi internet masih menggunakan dial up, setiap pagi dan sore saya pasti membalasi e-mail dari milis,” ucap Anugrah, member dari milis Mailplus, Neotek, dan beberapa milis lain. “Dulu pertama gabung kan masih newbie (pemula) ikutan milis cuma jadi penonton saja. Tapi koq rasanya tidak mendapat apa-apa. Akhirnya setelah ikut berinteraksi secara aktif, baru dapat ilmunya,” ucap pengguna yang sejak setahun belakangan tidak lagi aktif di milis dan menggunakan internet dari operator Telkomsel untuk menunjang pekerjaannya.

Steven Irwandi, salah satu moderator di milis Mailplus juga menyatakan lebih berminat pada situs jejaring sosial dibandingkan dengan milis. “Saya jadi moderator di milis karena ditugaskan kantor,” katanya. Pengguna akses internet dari First Media ini lebih suka bergabung dengan forum diskusi online ataupun situs jejaring sosial seperti Friendster ataupun Facebook.

“Dulu ketika belum memiliki koneksi internet seperti sekarang ini saja, saya sering datang ke warnet, demi untuk bermain Friendster,” kata dia. Ketika VIVAnews tanyakan seputar keanggotaan milis yang ia kelola, ia mengakui bahwa meskipun anggota milisnya banyak, tetapi yang aktif berdiskusi hanya segelintir saja. Namun demikian, aktivitas milis masih tetap ramai seperti biasanya.

“Meski sudah tidak seaktif dulu, tetapi saya masih mengikuti milis,” kata Eko Yudhistira, anggota milis Siemens-mania, bhinneka, amd_parno, mugi (Microsoft User Group Indonesia) dan beberapa milis lain. “Sejak ada Facebook atau Multiply yang tampilannya lebih friendly dibanding Friendster, saya jadi lebih intensi di situ dan mengurangi aktivitas di milis,” kata Eko yang menggunakan layanan internet unlimited dari Telkom. “Ke depannya, saya melihat trend-nya akan beralih ke forum atau blog.” Ia sendiri memilih situs jejaring sosial Multiply sebagai tempat untuk menuliskan weblog pribadinya.

Hal serupa diungkapkan A. Febianto. Moderator sejumlah milis yang dikenal dengan nick name Mat Gemboel ini juga sedang menggandrungi situs jejaring sosial, terutama Facebook. “Secara umum, milis semakin ramai karena banyak newbie bermunculan,” kata moderator milis DokterPC (dulu Dokter CHIP), Indodiecast, dan milis-milis lainnya.

“Banyak pendatang baru di berbagai milis, apalagi sekarang perangkat mobile yang memiliki kemampuan untuk internet makin banyak dan terjangkau.” Pengguna lawas yang sudah lama berinteraksi di internet lewat milis kini umumnya mencari informasi melalui jalur lain, misalnya forum, blog, ataupun situs jejaring sosial. “Tetapi intinya, di semua area, baik milis, forum, blog, atau jejaring sosial, secara umum penggunanya bertambah banyak,” kata pengguna akses internet unlimited dari operator Telkomsel yang sudah menggunakan internet sejak tahun 1997 dan mulai menjadi moderator milis tahun 2000 lalu.

Read More......

Video Heboh Aborsi Pelajar Siswi SMU Gegerkan Pasuruan

Kamis, 27 November 2008 PASURUAN, RABU — Diduga karena hamil diluar nikah, pelajar salah satu SMA negeri di Kota Pasuruan nekat melakukan aborsi ke seorang dukun. Hebohnya, proses aborsi itu terekam dalam kamera ponsel yang saat ini telah beredar luas di masyarakat.

Kemarin habis baca di koran Lampu Merah atau Warta Kota ya? judulnya sih: “Video Aborsi Siswi SMU Gemparkan warga”. dengan judul kayak gini, bakalan dapat 500 hits kah? atau 1000 hits?

Kontan saja peristiwa aborsi itu membuat heboh masyarakat. Saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki kasus aborsi yang diduga dilakukan seorang pelajar berinisial D kelas II IPA di salah satu SMA negeri di Kota Pasuruan.

Kasus ini terkuak setelah rekaman aborsi pelajar itu tersebar luas dan banyak dijumpai di masyarakat. Dalam rekaman video format MP4 yang berdurasi sekitar 45 menit itu, memperlihatkan seorang perempuan muda berinisial D sedang menahan sakit lantaran perutnya dipijat oleh tangan seorang laki-laki tua yang diperkirakan seorang dukun aborsi.

“Beredarnya rekaman itu lumayan lama, dua mingguan ini. Entah awalnya dari mana, tapi sudah banyak HP-HP yang memiliki perangkat MP4 menyimpan rekamannya,” kata Munawar, seorang remaja yang biasa mangkal di komplek ruko di Jalan Panglima Sudirman, Kota Pasuruan, Rabu (26/11) malam.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan kebenaran rekaman itu. Bahkan, pihak kepolisian telah mulai melakukan pemeriksaan terhadap pemuda yang bernisial A yang pernah menjadi pacar D.

Kapolresta Pasuruan AKBP Herry Sitompul melalui Kasatreskrim Polresta AKP Adi Sunarto mengatakan, pemanggilan kepada siswa itu merupakan langkah penyelidikan. Bahkan, dalam pemeriksaan A menyatakan memang pernah menghamili D.

Setelah mengetahui kehamilan itu, dilakukanlah tindakan aborsi ke seorang dukun. “Siswa itu berinisial A dan mengatakan pernah berpacaran dengan siswi yang berada di dalam video, tetapi ia tidak satu sekolahan dengan D. A juga mengakui aborsi dilakukan di luar Kota Pasuruan dan hingga saat ini kami masih mencari tempatnya,” katanya.

Terkait lokasi aborsi, AKP Adi Sunarto menyatakan masih harus diperkuat keterangan dari D. Namun, kondisi D saat ini mengalami shock berat hingga kesehatannya terganggu. Apalagi, begitu rekaman video aborsi yang dilakukannya beredar luas di masyarakat sehingga pihak kepolisian menunggu waktu yang tepat untuk meminta keterangan dari D.

“Ada salah seorang teman dari siswi di dalam video itu yang mengetahui tempat aborsi. Temannya itu saat ini tengah kami cari. Jika keterangan dari semua saksi terkumpul, kami segera menangkap dukunnya. Bahkan, kami juga sudah berkoordinasi dengan Polres Pasuruan,” imbuh AKP Adi Sunarto.

Dari pihak sekolah siswi berinisial D diperoleh informasi bahwa D sudah menyatakan mengundurkan diri. “Sejak 19 November ia tidak lagi menjadi siswi sekolah ini. Ia telah mengundurkan diri dan menyatakannya melalui surat pernyataan yang diteken di atas materai,” tutur Hendri Agustin, bagian pengawasan dan konseling siswa tempat D dulu bersekolah. st13

Sumber: http://Kompas.com/

Judul Asli: Video Aborsi Pelajar Gegerkan Pasuruan

Read More......

Sabtu, 04 Oktober 2008